Isnin, 18 Ogos 2014

Kelebihan Dan Kebaikan Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah (الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surat pertama dalam Kitab Suci  Al Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. DinamakanUmmul Qur’an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sholat. 

 Ada sebuah petunjuk barangsiapa yang membaca Al Fathihah diantara sembahyang sunat subuh dengan Fardhu Subuh sebanyak 41 kali, maka dia akan:
  • Derajat dan pangkatnya naik.
  • Tidak akan mengalami kemiskinan.
  • Allah SWT akan membayar hutangnya
  • Menyembuhkan segala penyakit.
  • Dikuatkan kelemahannya oleh Allah.
  • Usahanya berhasil sampai yang dicita-citakannya terkabul.
Ada sebuah riwayat. Suatu ketika murid Syaikh al Tamimi memberi penjelasan: “Suatu hari penyakit telah menyerang negeri Maltan dengan dahsyatnya sehingga banyak terjadi kematian setiap hari. Lalu tuan Syaikh al-Tamimi meminta sahabat dan muridnya membaca Fatihah kepada mereka yang sakit tersebut. “Maka kami pun membaca dan meniupkannya ke atas kepala orang sakit itu, seketika orang sakit itu pun sembuh dang penyakitnya berkurangan.”

 Begitulah rahasia kehebatan Al Fatihah. Siapa yang membaca 41 kali Fathihah untuk seorang yang sakit, setelah itu dihembuskan kepadanya, Insya Allah dia akan sehat.

 Ibnu Abas r.a menjelaskan Saidina Hassan bin Ali r.a cucu Rasulullah SAW sakit. Melihat cucunya sakit, Rasulullah mengambil air dan membacakan fatihah dan membacakan 41 kali dalam suatu wadah, kemudain air itu disapukan ke muka, kepala dan dua belah tangan dan kaki serta perut dan anggota tubuh lainnya. Maka, penyakitnya segera sembuh.

 Maka siapa saja yang mengidap sesuatu penyakit baca Al Fatihah sebanyak 41 setelah tiupkan ka segelas air dan itu baca doa ini: “Ya Allah sembuhkanlah karena Engkau Maha Penyembuh. Ya Allah lindungi karena Engkau Maha Pelindung. Ya Allah pulihkan karena Engkau Maha Pemulih.”

 Selanjutnya berikan air minum kepada orang yang mengidap penyakit dan sapukan ke mukanya serta ke seluruh tubuhnya, dengan ijin Allah SWT, maka sakitnya akan sembuh.

 Inilah manfaat lengkap wirid Al Fatihah:

 PENYEMBUHAN PSIKOLOGIS
Membaca al Fathihah sebanyak 100 kali sehari pada tiap-tiap selesai sholat maka dia akan:
  • Dimudahkan rezkinya
  • Dimudahkan kesulitannya.
  • Dibersihkan hatinya.
  • Diangkat darjatnya.
  • Dimudahkan pekerjaannya.
  • Dilepaskan dari dukacita
  • Dijauhkan dari mudharat.
  • Diberikan sifat rajin dan semangat.
  • Tidak mudah kecewa.
  • Dijauhkan dari syaitan.
  • Perilakunya cenderung berbuat kebajikan
MENGEMBALIKAN PANGKAT DERAJAT JABATAN
Saipa yang dipecat dari pekerjaannya atau jatuh pangkat yang disandangnya dan ia berharap mengembalikan pangkatnya yang telah hilang tersebut maka hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali diantara Sunat Subuh dan Fardhunya selama 40 hari. Jangan kurang dari bilangan ini dan jangan putuskan ayat-ayat yang dibaca. Insayallah pangkatnya semula akan kembali bahkan ia akan menyandang pangkat yang lebih tinggi.

 OBAT MANDUL
Siapa yang mandul dan belum mendapat anak selama menikah hendaklah ia membaca surah Fathihah 41 kali selam 40 hari dengan tidak putus-putus dan tidak kurang bilangannya. Dibaca di antara Sunat Subuh dan Fardhu Subuh. Maka, ia akan sgera mendapatkan anak yang sholeh.

 MENYEMBUHKAN PENYAKIT KULIT
Baca Al Fathihah sebanyak 7 kali, kemudian ludahkan diatas kapas dan tempelkan pada kulit yang luka atau kulit yang berpenyakit  maka dengan izin Allah kulitnya sembuh.

 PEKERJAAN BERES
Siapa yang melakukan pekerjaan dan hendak menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik, bacalah Fathihah di tengah malam sebanyak 41 kali. Insyaallah dimudahkan pekerjaannya dengan tidak mendapat gangguan dan semuanya beres.

 PENGHILANG LAPAR DAN DAHAGA
Siapa yang kehausan karena berada dalam perjalanan yang jauh misalnya di tengah padang pasir, atau di tengah laut saat berlayar tersesat yang tidak ada sedikitpun air dan ia dahaga atau lapar, hendaklah ia membaca Fathihah sekali diatas tapak tangannya, kemudian ditiupkan diatas tapak tangannya itu dan disapukan ke muka dan perutnya. Insyaallah ia tidak akan merasa lapar atau dahaga pada hari itu.

 MENGOBATI SAKIT TELINGA
Jika mengidap sakit telinga baru atau pun lama, hendaklah dituliskan Fathihah dalam satu kertas kemudian dihapuskan tulisan itu dengan minyak mawar dan titikkan ke dalam telinga, insayaallah telinganya sehat.

 BELENGGU PUN TERLEPAS
Apabila suatu ketika kita mengalami peristiwa kejahatan dan dibelenggu atau dirantai, maka bacakan Al Fathihah 121 kali, kemudian hembuskan ke ikatan atau belenggu tersebut. Insya allah akan terurai ikatan atau belunggu tersebut dengan izin Allah.

 PAGAR GAIB
Petunjuk yang lain, siapa membaca Fathihah sekali saat ia meletakkan kepalanya di bantal saat akan tidur kemudian dilanjutkan dengan membaca:  Qulhuallahu Ahad 3 kali,  surah al Falaq sekali, surah an Nas sekali maka ia selamat dari segala kejahatan serta menjadi dinding dari kejahatan gaib dari syaitan dan segala makhluk yang akan merasuki tubuhnya pada saat dia tidur.

 MENYEMBUHKAN SAKIT PELUPA
Jika dibacakan Fatihah:
  • 70 kali sehari
  • selama 7 hari
pada suatu yang wadah yang berisi air kemudian dihembuskan ke dalam air itu dan diberi minum kepada siapa yang kurang cerdas/ bodoh pelupa dan selalunegative thinking maka Insyaallah akan dibukakan pintu hatinya dan diberikan kepadanya kepahaman serta pengetahuan dan penyakit pelupanya segera sembuh. Pikirannya pun menjadi positive thinking

 HAJAT SUKSES
Syaikh Mahayudin bin Arabi berkata: “Barangsiapa yang sedang menyelenggarakan hajat hendaklah ia membaca Al Fathihah sebanyak 41 kali, selepas sholat maghrib, jangan ia bergerak dari tempat duduknya, hingga selesai membaca sebanyak bilangan tersebut. Setelah itu bermohonlah kepada Tuhan hajatnya akan sukses maka dengan ijin Allah SWT, hajatnya alan lancer dan sukses tidak kurang suatu apa.

 MINYAK FATIHAH
Jika di bacakan 70 kali Al Fathihah ke dalam minyak (apa saja jenis minyak) dan disimpan untuk persediaan agar mencegah masuk angin, atau untuk menyegarkan tenaga dan menyembuhkan urat. Juga bagi penyakit punggung dan pinggang. Insyaallah segera sehat apabila di gosokkan.

 SEBAGAI PENAWAR
Jika disengat binatang berbisa seperti lipan, kala jengking atau binatang bersengat hendaklah diambil segelas air dan masukkan sedikit garam (butiran kasar) dalam air itu dan bacakan Al Fatihah sekali. Kemudian minumkan, Insyaallah bisa/racunnya akan hilang. (KWA)

 Untuk membuatkan seseorang (suami anda, isteri anda, anak2 anda) supaya sentiasa ingat dan kasih pada anda :
·         Bacalah surah al-Fatihah 14 kali sebelum tidur.

 Untuk mengubati penyakit yang kritikal:
·         Baca surah al-Fatihah 41 kali dan tiup pada air
·         Minum air tersebut dan mandi menggunakan air tersebut.

 Untuk merawat masalah sakit kepala / sakit yang berkaitan dengan otak:
·         Baca surah al-Fatihah 7 kali sambil mengusapkan kepala orang yang sakit tersebut.
·         Lakukannya 1 kali sebelah pagi dan 1 kali sebelah malam setiap hari tanpa gagal.

Untuk mengurangkan kesakitan yang melampau:
·         Baca surah al-Fatihah 3 kali dan tiupkan dalam segelas air dan minum air tersebut.
·         Kemudian, baca surah al-Fatihah sambil mengusap ditempat yang berasa sakit tersebut.

 Untuk menghentikan bayi / anak kecil yang sedang menangis (samaada menangis ditengah malam atau pada bila2 masa sekalipun):
·         Baca surah al-Fatihah 7 kali sambil mengusapkan kepala bayi/anak kecil tersebut.

 Untuk merawat luka2 kecil: Contohnya luka terkena pisau, luka disengat tebuan, darah keluar tak berhenti, jari terkepit pintu dan sebagainya…)
·         Baca surah al-Fatihah 3 atau 7 kali
·         Kemudian, gunakan ibu jari, ambil sedikit air liur dari bahagian “langit-langit” dan gosokkannya pada kawasan yang terluka tersebut.

10 Khasiat Buah Kurma

10 Khasiat Buah Kurma Yang Perlu Anda Tahu - Kurma adalah sejenis tumbuhan (Palma) atau dikenali dalam bahasa saintifiknya sebagai Phonex dactylifera yang berbuah dan boleh dimakan sama ada yang masak atau yang mentah. Kebanyakan pokok kurma tumbuh di negara-negara Arab dan mempunyai berbagai-bagai jenis. Antara kurma yang terkenal ialah kurma Mekkah dan Madinah yang dikatakan mempunyai berpuluh-puluh jenis.
Dikalangan penduduk di negara-negara Arab kurma adalah makanan utama mereka, malah dikalangan orang kita juga buah kurma sudah menjadi bahan makanan yang digemari. Selain rasanya yang manis dan tahan lama serta tidak perlu dimasak, kurma juga mempunyai khasiat yang banyak dan menjadi makanan utama Baginda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.

10 Khasiat Buah Kurma Yang Perlu Anda Tahu

1. Buah Kurma dapat mencegah Penyakit Kronik Seperti Jantung & Kencing Manis , amalan memakan buah kurma setiap hari boleh mengurangkan risiko seseorang itu diserang penyakit kronik seperti jantung dan kencing manis kerana mengandungi zat galian seperti potasium, kalsium dan zat besi yang boleh menyihatkan sel darah merah.Berdasarkan kajian Kaum Arab Badui, yang makan buah kurma secara teratur, menunjukkan kadar pengidap penyakit kanser dan jantung yang sangat rendah.
2. Buah kurma mampu memanaskan badan dan merangsang kesihatan wanita hamil dan anak yang dikandung, memudahkan wanita bersalin dan memberi tenaga tambahan.
3. Saidina Ali r.a. meriwayatkan “Barang siapa yang memakan 7 butir tamar (buah kurma) setiap hari, ia akan membunuh semua kuman di dalam badannya”.
4. Kanak-kanak digalakkan memakan lebih banyak buah kurma kerana ia memberi khasiat dari segi proses pembesaran, sekaligus membentuk minda kanak-kanak yang sihat.
5. Membentuk Sifat Penyabar, Bersopan Santun Dan Cerdas Pemikiran
Maksud hadis Rasulullah s.a.w. : “Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu, menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya.”
Click Here
“Melentur buluh biar dari rebungnya.” Islam mengajar kita mendidik anak sejak dari dalam kandungan ibu agar anak yang bakal dilahirkan itu dibentuk mengikut rohaniah yang suci serta memiliki tubuh badan yang sihat dan minda yang cerdas. Buah kurma merupakan makanan yang mampu membentuk insan yang berperibadi luhur.

6. Mengambil Keberkatan Sewaktu Kelahiran. Diriwayatkan daripada Abu Musa r.a. katanya: “Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. lalu baginda menamakannya dengan nama Ibrahim dan meletakkan pada lelangitnya dengan buah kurma.”
7. Buah Kurma Makanan Yang Paling Sempurna.Maksud Sabda Rasulullah s.a.w. : “Rumah yang tiada kurma nescaya penghuninya kelaparan.”
8. Melalui petua tertentu, buah kurma dimakan bersama badam dan madu untuk menyembuhkan penyakit. Buah kurma dikatakan menambah tenaga seksual atau batin. Jus buah kurma mungkin baru di negara ini, sebaliknya di negara pengeluar selain dimakan segar, kering atau salai, buah kurma dibuang biji dan diganti dengan kacang tanah, badam atau gajus bagi mengenakkannya. Buah kurma juga dibuat jem, sirap atau bahan tambahan dalam aiskrim.
9. Kandungan vitamin A dan C adalah amat tinggi apabila buah kurma di peringkat Rotab atau khalal
10. Buah Kurma kaya dengan serat yang dapat mencegah dari mendapat barah usus.
Walaupun buah padang pasir itu sukar dibeli dinegara ini selain Ramadhan, orang ramai khususnya umat Islam boleh menjadikan jus buah kurma yang dipasarkan sebagai pilihan alternatif.Selain berbuka puasa, buah kurma juga harus menjadi makanan pilihan umat Islam ketika bersahur seterusnya menjana tubuh sehingga waktu berbuka. Banyak khasiat buah serta tumbuh-tumbuhan yang Allah jadikan yang masih manusia tidak tahu .
Dengan sebab itulah pengambilan buah kurma itu tidaklah sekadar penting pada bulan puasa atau ketika seseorang itu sedang berpuasa, sebaliknya memakan buah kurma wajar dijadikan amalan harian.


Sumber: 10 Khasiat Buah Kurma Yang Perlu Anda Tahu - Fuh.My 

Ahad, 17 Ogos 2014

Mengurat dan bercinta dalam Islam, apakah hukumnya?

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang…
Sesungguhnya, aku berlindung dengan kekuasaanMu dari kata-kata yang sesat lagi menyesatkan…
Assalamualaikum…

Mengurat dan bercinta dalam Islam? Apakah hukumnya?

Inilah yang selalu menjadi punca kepada kekeliruan pada setiap remaja yang mula belajar mengenal apa itu erti cinta. Mesti ramai yang tertanya-tanya adakah bercinta itu haram? Apakah hukumnya mengurat? Dan apakah perbezaan antara bercinta dan “couple”? Di sini hendaklah ditegaskan bahawa cinta dan “couple” itu adalah berbeza sama sekali dan tidak ada yang menyamakan sifat-sifat antara dua elemen ini.

Adalah menjadi satu kewajipan kepada setiap remaja yang bercinta dengan melalui proses mengurat, sama ada lelaki mengurat perempuan atau perempuan mengurat lelaki. Proses ini telah menjadi sesuatu yang lazim dalam kehidupan remaja. Seakan-akan sudah sebati dengan amalan seharian. Jika kita lihat dari pelbagai sudut, ramai remaja yang menyalahertikan apa itu mengurat sehingga kita dapat lihat punca kepada rosaknya akhlak remaja bermula dari mengurat. Salah tanggapan dan salah fahaman terhadap persoalan ini boleh menyebabkan konflik dalam diri remaja muslim.

Secara kasarnya ada sesetengah ulama menganggap mengurat dan cinta itu halal tetapi kebanyakan ulama yang lain pula menganggap haram. Bagaimanapun di kalangan ulama fekah terdapat beberapa orang ulama yang merupakan pencinta yang hebat seperti Daud az-Zahiri yang merupakan imam Mazhab az-Zahiri.

Sebenarnya mengurat adalah satu perkara yang penting dalam sesebuah institusi kekeluargaan. Ini kerana mengurat adalah mukadimah kepada percintaan, percintaan adalah mukadimah kepada perkahwinan, perkahwinan adalah mukadimah kepada penubuhan sesebuah keluarga, dan keluarga adalah mukadimah kepada terbinanya sebuah negara. Di sini jelas menunjukkan mengurat bukanlah sesuatu yang haram. Tidakkah dalam konteks ini mengurat dan bercinta tepat dengan ajaran Islam? Mengurat dan bercinta dianggap berguna jika ia membawa kepada kebaikan.

Tetapi mengurat dan bercinta dianggap tidak berguna jika ia membawa kepada keburukan dan menjadi punca kepada suatu penzinaan. Mengurat dan bercinta seperti ini tidak menjadi mukadimah kepada sesebuah keluarga, bahkan menjadi mukadimah kepada lahirnya anak luar nikah atau mencampakkan anak dalam longkang dan tong sampah. Mengurat dan bercinta seperti ini dilarang dalam Islam.

Selain itu ingin diingatkan bahawa pada hari ini mengurat dan bercinta itu semua berpunca daripada perasaan emosi dan juga nafsu. Kebiasaannya, tindakan seseorang mengurat dan bercinta itu sebenarnya bertitik tolak dengan perasaan dan emosi, maka dengan itu mudah sekali untuk mereka melakukan perkara-perkara yang terlarang mahupun dengan kesanggupan kedua-dua belah pihak ataupun tidak. Oleh itu, kepada sesiapa yang telah terlibat dengan anjakan perasaan dan emosi ini harus pandai menggunakan kewarasan akal agar segala batasan dapat dikawal dan tidak melanggar hukum syarak.

Bagi mengelakkan daripada perkara terkutuk ini berlaku, panduan Rasulullah SAW harus dipatuhi. Baginda melarang orang Islam supaya jangan berlebihan dalam mengurat dan bercinta. Malah Baginda menyuruh mereka supaya bercinta kerana Allah iaitu mencintai orang yang dikasihi kerana Allah.

Terdapat beberapa riwayat menceritakan Nabi Muhammad SAW membenarkan hamba menyanyikan lagu mengurat yang dipanggil sebagai ghazl. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW menyuruh Aisyah menghantar seorang yang pandai menyanyikan lagu ghazl kepada pengantin kaum Ansar yang menjadi kerabat Aisyah. Ini kerana menurut Nabi, kaum Ansar ada keramaian termasuk mendendangkan lagu-lagu ghazl.

Baginda berkata: “Sesungguhnya kaum Ansar adalah kaum yang ada pada mereka ghazl. (Ibnu Majah: Hadis No 1890)

Ghazl bermaksud mengurat dan ada beberapa hadis nabi ghazl bermaksud mendendangkan lagu-lagu cinta yang sunyi daripada kata-kata baik dan sebagainya. Dalam bahasa Arab, ghazl bermaksud ‘lagu dan puisi kasih’. Perkataan arab, ‘Ghaz’ yang membawa maksud nyanyian yang ditujukan kepada wanita. Dari segi bahasa pula bermaksud mainan cinta, ungkapan-ungkapan cinta dan ucapan-ucapan yang diluahkan kepada wanita atau berkata-kata dengan wanita. Ghazl juga dikenali sebagai satu bentuk puisi nasyid iaitu puisi-puisi yang memaparkan kisah percintaan penyair dengan kekasihnya.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, muslim dan lain-lain, Rasulullah mengingatkan supaya seorang penyanyi kerabat baginda bernama Anjasyah supaya tidak berlebih-lebihan dalam mendendangkan lagu-lagu yang berkaitan dengan mengurat dan cinta.

Islam adalah agama yang membawa matlamat cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada negara, cinta kepada kedua ibu-bapa, cinta kepada keluarga dan cinta kepada hambaNya. Sebab itulah Rasulullah SAW menekankan soal mendidik anak-anak daripada kecil lagi diterapkan soal cinta.

Dalam sebuah hadis, Nabi bersabda:

“Tanamkan dalam diri anak-anak kamu cintakan Allah, cintakan Rasul, cintakan ahli keluarga Rasulullah dan cintakan membaca al-Quran.”

Ini menunjukkan cinta itu suatu yang penting diterapkan dalam diri setiap muslim sehinggakan Nabi SAW bersabda tidak akan masuk syurga sehingga kamu belajar cinta-mencintai di antara satu sama lain.

Remaja bercinta jelas beliau tidak melanggar fitrah. Ia satu fitrah tetapi perlu diaturkan bagaimana mereka bercinta. Cinta tidak boleh berdasarkan emosi semata-mata, remaja mesti ada tanggungjawab. Remaja mestilah pandai membezakan antara bercinta dan ‘couple’. Seorang remaja yang bertanggungjawab haruslah mencari sesuatu yang diredhai Allah bukan dengan melakukan perkara yang dilarang dalam Islam.

Waallahu’alam…

19 Hadis Rasulullah S.A.W tentang wanita

1)Rasulullah bersabda,'Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah'. (HR Muslim).

2)Dari Aisyah ra yang menceritakan; Aku bertanya Rasulullah; "Siapakah yang paling besar haknya ke atas seorang perempuan?". Jawab Nabi; "Suaminya". Aku bertanya lagi; "Siapakah yang paling besar haknya ke atas seorang lelaki?". Jawab Nabi; "Ibunya". (HR al-Hakim)

3)Pada suatu hari seorang wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa’ telah menemui Rasulullah SAW lalu berkata: "Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka. Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?"

4)Bersabda Rasulullah SAW: "Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya TAAT KEPADA SUAMI SERTA MENGAKUI HAKNYA adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, TETAPI SANGAT SEDIKIT DARIPADA GOLONGAN KAMU YANG DAPAT MELAKUKANNYA." (Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

5)Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang wanita redha atas kehamilannya dari suaminya yang sah, sesungguhnya ia telah mendapat ganjaran pahala seperti ibadah puasa dan mengerjakan ibadah-ibadah lainnya dijalan Allah; dan jika ia merasa berat, letih atau lesu, tidaklah dapat dibayangkan oleh penghuni langit dan bumi, betapa kesenangannya disediakan oleh Allah di hari akhirat nanti. Apabila anaknya lahir, maka dari setiap teguk air susu yang dihisap oleh anak, si ibu mendapat kebajikan pahala. Apabila si ibu berjaga malam (kurang tidur kerana anak) maka si ibu mendapat ganjaran pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba sahaya kerana Allah.” (HR Ibn Hibban)

6)Seorang perempuan datang bertanya kepada Rasulullah SAW serta menerangkan katanya: “ Sesungguhnya sepupuku meminangku, maka sebelum aku berumah tangga , ajarkanlah kepadaku, apakah hak suami terhadap isterinya? Rasulullah SAW menjawab: “ Sesungguhnya hak suami terhadap isterinya sangatlah besar, sehingga apabila mengalir darah hidung atau nanah suaminya, lalu dijilat isterinya, masih belum terbayar hak suaminya itu. Dan jika sekiranya manusia dibolehkan sujud kepada manusia, nescaya aku perintahkan si isteri untuk sujud kepada suaminya.”(HR. Al-Hakim)

7)Rasul Allah bersabda, "Jika seorang suami memanggil isterinya datang ke katilnya (iaitu untuk hubungan kelamin) dan dia menolak, dan menyebabkan suaminya tidur dalam kemarahan, malaikat-malaikat akan mengutuknya hingga waktu pagi. (HR Bukhari)

8)Nabi saw. bersabda, ”Jika seorang suami itu memanggil isterinya kerana berhajat kepadanya, maka pergilah kepadanya walaupun ketika itu dia sedang membakar roti.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Nasa-ie dan al-Tirmizi)

9)Nabi saw. bersabda, ”Seorang isteri itu belum menunaikan hak Allah selagi dia tidak menunaikan hak suaminya, jika suami berhajat kepadanya sedangkan dia berada di belakang tunggangan, maka janganlah dia menolak.” (Diriwayatkan oleh al-Thabarani)

10)"... perempuan yang solehah mestilah taat dan memelihara kehormatan dirinya ketika ketiadaan suaminya dengan perlindungan Allah…” (Surah an-Nisaa’, ayat 34)

11)Rasulullah bersabda,, “Dan sebaik-baik wanita ialah mereka yang boleh mengembirakan engkau apabila kamu melihatnya, dan yang mentaati kamu apabila kamu menyuruhnya, dan dia memelihara maruah dirinya dan harta engkau ketika ketiadaanmu". (HR Nasa'i, Baihaqi, Ahmad dan al-Hakim )

12)Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : “Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

13)Sabda Rasulullah s.a.w : “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR Nasa’i)

14)Sabda Rasulullah s.a.w : “Wanita yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi )

15)Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w menjelaskan tentang wanita penghuni Neraka, baginda bersabda : “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad)

16)Di dalam kisah solat gerhana matahari, Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya melakukan solat gerhana padanya dengan solat yang panjang , Rasulullah s.a.w melihat Syurga dan Neraka. Ketika beginda melihat Neraka beginda bersabda kepada para sahabatnya: “ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)

17)Ketika beginda selesai berkhutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah s.w.t. dan anjuran untuk mentaatiNya. Baginda pun bangkit mendatangi kaum wanita, baginda menasihati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian baginda bersabda : “Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Neraka Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, dia pun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Baginda menjawab : “Kerana kamu banyak mengeluh dan kamu tidak taat terhadap suami.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari)

18)Rasulullah bersabda, "Apabila seorang isteri menjaga solat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka ketika berada di akhirat dikatakan kepadanya: Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu suka". (HR Ahmad)

19)Nabi bersabda , “Mana-mana perempuan yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya redha padanya, maka dia akan masuk syurga”. (HR At-Tirmidzi)

Sabtu, 16 Ogos 2014

Penjagaan Alam Sekitar Tanggungjawab Bersama


Amatlah malang bagi seorang insan yang dibekalkan dengan berbagai bekalan yang maha lengkap dalam perjalanannya, namun dia meninggalkan segala bekalan tersebut. Bekalan ajaran Islam yang disediakan oleh Allah dan RasulNya begitu indah dan hebat. Namun kita mencampaknya ke tepi. Kita mencari penyelesaian hidup dengan panduan baru. Ambil sahaja soal penjagaan alam sekitar. Dunia Islam tidak mengepalainya. Lebih memalukan apabila negara-negara umat Islam sendiri tidak mengambil berat soal penjagaan alam sekitar. Bahkan ada negara umat Islam yang begitu kotor.
Dunia Islam sepatutnya menjadi perlambangan kepatuhan kepada amaran Allah dalam Surah al-Rum ayat 41:
(maksudnya): Telah timbul berbagai kerosakan di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat).
baginda Nabi s.a.w menyebut:
مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ
“Sesiapa yang memotong pokok bidara maka Allah akan rendahkan kepalanya di dalam neraka” (riwayat Abu Daud, dinilai sahih oleh al-Albani).

Al-Imam Abu Daud dalam kitab sunannya apabila ditanya mengenai maksud hadis ini menyatakan:
“Hadis ini diriwayatkan secara ringkas. Maksudnya sesiapa yang memotong pokok bidara di tanah lapang tanpa sebarang sebab dan sia-sia, sedangkan ia menjadi tempat berteduh orang bermusafir dan haiwan, maka Allah rendahkan kepalanya dalam neraka”. (Abu Daud, Sunan Abi Daud 4/361, Beirut: Dar al-Fikr).

99 Nama Allah S.W.T


1 al-Rahman الرحمن Maha Pengasih
2 al-Rahim الرحيم Maha Penyayang
3 al-Malik الملك Maha Merajai/Memerintah
4 al-Quddus القدوس Maha Suci
5 al-Salam السلام Maha Memberi Kesejahteraan
6 al-Mukmin المؤمن Yang Memberi Keamanan
7 al-Muhaimin المهيمن Maha Pemelihara
8 al-Aziz العزيز Maha Gagah
9 al-Jabbar الجبار Maha Perkasa
10 al-Mutakabbir المتكبر Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 al-Khaliq الخالق Maha Pencipta
12 al-Barik البارئ Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 al-Musawwir المصور Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
14 al-Ghaffar الغفار Maha Pengampun
15 al-Qahhar القهار Yang Memaksa
16 al-Wahhab الوهاب Maha Pemberi Kurnia
17 al-Razzaq الرزاق Maha Pemberi Rejeki
18 al-Fattah الفتاح Maha Pembuka Rahmat
19 al-Alim العليم Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 al-Qabid القابض Yang Menyempitkan (makhluknya)
21 al-Basit الباسط Yang Melapangkan (makhluknya)
22 al-Khafid الخافض Yang Merendahkan (makhluknya)
23 al-Rafik الرافع Yang Meninggikan (makhluknya)
24 al-Muiz المعز Yang Memuliakan (makhluknya)
25 al-Muzil المذل Yang Menghinakan (makhluknya)
26 al-Samik السميع Maha Mendengar
27 al-Basir البصير Maha Melihat
28 al-Hakam الحكم Maha Menetapkan
29 al-Adl العدل Maha Adil
30 al-Latif اللطيف Maha Lembut
31 al-Khabir الخبير Maha Mengetahui Rahasia
32 al-Halim الحليم Maha Penyantun
33 al-Azim العظيم Maha Agung
34 al-Ghafur الغفور Maha Pengampun
35 al-Syakur الشكور Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 al-Ali العلى Maha Tinggi
37 al-Kabir الكبير Maha Besar
38 al-Hafiz الحفيظ Maha Menjaga
39 al-Muqit المقيت Maha Pemberi Kecukupan
40 al-Hasib الحسيب Maha Membuat Perhitungan
41 al-Jalil الجليل Maha Mulia
42 al-Karim الكريم Maha Pemurah
43 al-Raqib الرقيب Maha Mengawasi
44 al-Mujib المجيب Maha Mengabulkan
45 al-Wasik الواسع Maha Luas
46 al-Hakim الحكيم Maka Bijaksana
47 al-Wadud الودود Maha Pencinta
48 al-Majid المجيد Maha Mulia
49 al-Bais الباعث Maha Membangkitkan
50 al-Syahid الشهيد Maha Menyaksikan
51 al-Haq الحق Maha Benar
52 al-Wakil الوكيل Maha Memelihara
53 al-Qawi القوى Maha Kuat
54 al-Matin المتين Maha Teguh
55 al-Wali الولى Maha Melindungi
56 al-Hamid الحميد Maha Terpuji
57 al Muhsi المحصى Maha Menghitung
58 al-Mubdik المبدئ Maha Memulai
59 al-Muid المعيد Maha Mengembalikan Kehidupan
60 al-Muhyi المحيى Maha Menghidupkan
61 al-Mumit المميت Maha Mematikan
62 al-Hai الحي Maha Hidup
63 al-Qayyum القيوم Maha Mandiri
64 al-Wajid الواجد Maha Penemu
65 al-Majid الماجد Maha Mulia
66 al-Wahid الواحد Maha Esa
67 al-Ahad الاحد Maha Esa
68 al-Samad الصمد Tempat Meminta
69 al-Qadir القادر Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 al-Muqtadir المقتدر Maha Berkuasa
71 al-Muqaddim المقدم Maha Mendahulukan
72 al-Muakhir المؤخر Maha Mengakhirkan
73 al-Awwal الأول Maha Awal
74 al-Akhir الأخر Maha Akhir
75 al-Zahir الظاهر Maha Nyata
76 al-Batin الباطن Maha Ghaib
77 al-Wali الوالي Maha Memerintah
78 al-Mutaali المتعالي Maha Tinggi
79 al-Bar البر Maha Penderma
80 al-Tawwab التواب Maha Penerima Taubat
81 al-Muntaqim المنتقم Maha Penyiksa
82 al-Afu العفو Maha Pemaaf
83 al-Rauf الرؤوف Maha Pengasih
84 Malik al-Mulk مالك الملك Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Zu al-Jalal wa al-Ikram ذو الجلال و الإكرام Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 al-Muqsit المقسط Maha Adil
87 al-Jamik الجامع Maha Mengumpulkan
88 al-Ghani الغنى Maha Berkecukupan
89 al-Mughni المغنى Maha Memberi Kekayaan
90 al-Manik المانع Maha Mencegah
91 al-Dar الضار Maha Memberi Derita
92 al-Nafik النافع Maha Memberi Manfaat
93 al-Nur النور Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 al-Hadi الهادئ Maha Pemberi Petunjuk
95 al-Badik البديع Maha Pencipta
96 al-Baqi الباقي Maha Kekal
97 al-Waris الوارث Maha Pewaris
98 al-Rasyid الرشيد Maha Pandai
99 al-Sabur الصبور Maha Sabar